JAKARTA – Pemerintah Indonesia memberikan izin bagi pesawat Malaysia untuk melintasi wilayah udara Indonesia dalam rangka mendukung operasi modifikasi cuaca atau penyemaian awan di kawasan perbatasan kedua negara.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama Indonesia dan Malaysia menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta potensi kabut asap lintas batas.
Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, mengatakan pemerintah pada prinsipnya tidak keberatan dengan rencana Malaysia melakukan operasi penyemaian awan. Koordinasi teknis terkait izin penerbangan dilakukan dengan Panglima TNI.
Menurut Jumhur, pesawat Malaysia nantinya dapat melintasi wilayah udara Indonesia apabila rute operasi penyemaian awan memang membutuhkan akses tersebut.
“Secara prinsip Kementerian LH tidak keberatan. Dan Kementerian LH sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI,” ujar Jumhur dalam keterangan yang disampaikan pada Selasa (25/8/2026).
Upaya Bersama Hadapi Ancaman Karhutla
Kerja sama tersebut dilakukan di tengah meningkatnya perhatian terhadap karhutla di sejumlah wilayah Indonesia. Pemerintah Indonesia sendiri telah memperkuat penanganan melalui pengerahan personel, helikopter untuk operasi water bombing, serta operasi modifikasi cuaca.
Malaysia turut menyatakan kesiapan membantu apabila kondisi karhutla di Indonesia membutuhkan dukungan tambahan. Namun, bentuk bantuan pemadaman langsung tetap harus melalui mekanisme permintaan resmi dari pemerintah Indonesia dan pembahasan di tingkat pemerintah Malaysia.
Sementara itu, operasi penyemaian awan menjadi salah satu bentuk kerja sama yang dapat dilakukan kedua negara untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan.
Jumhur berharap operasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi wilayah Malaysia, tetapi juga dapat membantu kawasan Indonesia, khususnya daerah yang terdampak karhutla.
“Berharap juga bahwa hujan buatan itu akan mengairi tidak hanya bagian Malaysia utara, tapi juga Indonesia. Jadi semuanya mendapatkan keuntungan,” kata Jumhur.
Malaysia Apresiasi Penanganan Indonesia
Pemerintah Malaysia sebelumnya menyampaikan apresiasi terhadap langkah Indonesia dalam menangani karhutla. Kedua negara juga sepakat memperkuat komunikasi dan koordinasi untuk mencegah kebakaran meluas serta mengurangi risiko kabut asap lintas batas.
Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, menyebut kerja sama tersebut penting mengingat kondisi cuaca dan potensi peningkatan risiko kebakaran.
Malaysia juga terus memantau perkembangan titik panas serta kondisi kualitas udara melalui lembaga terkait dan berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia.
Berpotensi Berdampak bagi Kedua Negara
Kerja sama penyemaian awan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua negara, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi memperburuk kebakaran hutan dan lahan.
Bagi Indonesia, tambahan peluang hujan dapat membantu proses pengendalian karhutla. Sementara bagi Malaysia, langkah tersebut juga penting untuk mengurangi potensi dampak kabut asap yang dapat terbawa angin menuju wilayah perbatasan.
Pemerintah kedua negara akan terus melakukan koordinasi terkait pelaksanaan operasi tersebut, termasuk aspek teknis penerbangan dan wilayah yang menjadi sasaran penyemaian awan.
Kerja sama Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi karhutla menunjukkan bahwa persoalan lingkungan yang berdampak lintas batas membutuhkan koordinasi antarnegara. Upaya pencegahan, pemantauan titik panas, penanganan kebakaran, serta modifikasi cuaca menjadi bagian dari langkah bersama untuk mengurangi dampak terhadap masyarakat di kedua negara.
