(KOMPAS.com/Maria
Amanda Inkiriwang)
JAKARTA – Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 kembali menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah. Ajang yang digelar Bank Indonesia tersebut mempertemukan beragam produk unggulan daerah dengan konsumen, mitra usaha, lembaga pembiayaan, hingga calon pasar internasional.
KKI 2026 berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Mengusung semangat “Beudaya Meusare-Sare” yang bermakna berdaya dan bersama-sama, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat UMKM agar mampu tumbuh lebih tangguh dan kompetitif.
Lebih dari 550 stan UMKM turut meramaikan kegiatan tersebut. Produk yang ditampilkan mencakup berbagai sektor, mulai dari wastra, fesyen siap pakai, aksesori, kriya dan dekorasi rumah hingga kopi serta makanan dan minuman olahan.
Tidak Sekadar Pameran Produk
Bank Indonesia menjadikan KKI sebagai salah satu sarana untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan peluang bisnis yang lebih luas.
Selain pameran secara langsung, kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan business matching yang berkaitan dengan pembiayaan, ekspor, dan rantai pasok. Sejumlah kegiatan diskusi dan promosi turut digelar untuk membantu pelaku usaha memahami kebutuhan pasar.
Dengan konsep tersebut, KKI tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperkenalkan produk, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun jaringan usaha dan membuka peluang kerja sama.
Dorong UMKM Naik Kelas
Penguatan UMKM dalam KKI 2026 diarahkan pada tiga aspek utama, yakni kemampuan untuk bangkit, membangun ketangguhan usaha, serta meningkatkan daya saing.
Pelaku UMKM didorong memperkuat kualitas produk, inovasi, merek, pemasaran, serta pemanfaatan teknologi digital. Langkah tersebut dinilai penting agar produk lokal tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang masuk ke pasar yang lebih luas.
Digitalisasi menjadi salah satu bagian penting dalam strategi tersebut. Melalui kanal daring, UMKM dapat memperluas jangkauan promosi tanpa terbatas pada lokasi pameran.
Transaksi Tembus Rp144,2 Miliar
KKI 2026 juga mencatat perkembangan positif dari sisi transaksi. Hingga 22 Agustus 2026, nilai transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp144,2 miliar, meningkat 46 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar yang dapat diperoleh pelaku UMKM ketika mendapat akses promosi, jejaring bisnis, serta dukungan ekosistem usaha.
Sejumlah UMKM daerah juga mulai memanfaatkan momentum KKI untuk membuka peluang pasar nasional hingga internasional. Produk yang ditawarkan tidak hanya mengandalkan kekhasan daerah, tetapi juga dikembangkan dengan memperhatikan tren dan kebutuhan konsumen.
Produk Daerah Berpeluang Mendunia
Kehadiran UMKM dari berbagai wilayah membuat KKI 2026 menjadi gambaran beragamnya potensi ekonomi kreatif Indonesia.
Produk berbasis budaya, seperti kain tradisional dan kerajinan, dipadukan dengan desain modern agar memiliki nilai tambah. Di sektor makanan dan minuman, pelaku usaha juga terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas serta memperluas pasar.
Bank Indonesia mendorong agar momentum pameran tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Jejaring yang telah terbentuk diharapkan dapat dilanjutkan menjadi kerja sama bisnis, perluasan distribusi, hingga peluang ekspor.
KKI 2026 pada akhirnya menjadi salah satu wadah yang mempertemukan kekayaan kreativitas daerah dengan kebutuhan pasar. Dengan dukungan pembiayaan, digitalisasi, inovasi, dan akses pasar yang berkelanjutan, UMKM Indonesia diharapkan semakin mampu tumbuh menjadi pelaku usaha yang tangguh dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun global.