GUNUNGKIDUL, DIY – Kebakaran terjadi di lingkungan MI YAPPI Natah, Padukuhan Blembeman I, Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul, Rabu (19/8/2026) pagi. Peristiwa tersebut kini tengah didalami kepolisian. Pasalnya, petugas menemukan sejumlah barang dan kondisi di lokasi yang dinilai perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran. Kapolsek Nglipar AKP Paryadi menjelaskan, kejadian pertama kali diketahui setelah penjaga sekolah bernama Tugio menghubungi salah seorang guru sekitar pukul 04.30 WIB.
Dalam komunikasi tersebut, Tugio menyampaikan adanya dugaan pembobolan di lingkungan sekolah. Namun, informasi itu belum langsung ditindaklanjuti karena guru yang dihubungi sedang dalam kondisi kurang sehat. Sekitar pukul 06.00 WIB, guru lainnya datang ke sekolah untuk memulai aktivitas pembelajaran. Saat tiba, saksi menemukan bekas kebakaran di bagian dapur sekolah.
Tidak hanya kerusakan akibat api, ditemukan pula tumpahan solar di lantai serta sejumlah serpihan sisa kebakaran dan kertas yang diduga digunakan sebagai media pembakaran.
“Di lokasi ditemukan serpihan bekas kebakaran, kertas-kertas yang diduga menjadi media pembakaran, dan juga tumpahan solar,” ujar AKP Paryadi.
Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. Polisi masih mendalami apakah kebakaran disebabkan kelalaian atau terdapat unsur kesengajaan. Petugas juga memeriksa kondisi lokasi, termasuk keberadaan tumpahan solar, serpihan material, serta kertas yang ditemukan di sekitar area yang terbakar. Akibat kejadian tersebut, pintu ruang dapur MI YAPPI Natah mengalami kerusakan akibat terbakar. Bagian atap juga mengalami kerusakan cukup parah hingga jebol. Beruntung, kebakaran tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa maupun korban luka.
Untuk sementara waktu, kegiatan belajar mengajar 109 siswa MI YAPPI Natah dipindahkan ke Masjid Arrahman yang berada tidak jauh dari lokasi sekolah. Para siswa tetap mengikuti kegiatan pembelajaran dengan didampingi 12 tenaga kependidikan. Di sisi lain, pihak sekolah menyebut lingkungan MI YAPPI Natah sebelumnya beberapa kali mengalami aksi pembobolan. Namun, dari sejumlah kejadian tersebut tidak ditemukan adanya barang berharga yang hilang.
Aksi pembobolan terakhir disebut terjadi sekitar Juli 2026. Informasi mengenai kejadian-kejadian sebelumnya tersebut kini turut menjadi perhatian polisi dalam mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi. Penanganan kasus selanjutnya dilakukan oleh Satreskrim Polres Gunungkidul. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari para saksi serta memeriksa berbagai bukti yang ditemukan di lokasi. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan dan kaitannya dengan dugaan pembobolan di lingkungan sekolah.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman dan belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran tersebut.
