| (Dok Pemprov Sumut) |
SUMATERA UTARA – Sejumlah wilayah di Sumatera Utara dilanda cuaca ekstrem pada Senin (24/8/2026). Hujan deras dan angin kencang memicu berbagai bencana, mulai dari puting beliung, tanah longsor hingga banjir.
Kondisi tersebut terjadi di beberapa daerah dengan dampak yang berbeda-beda. Tim penanganan bencana dan pemerintah daerah melakukan pendataan serta penanganan terhadap wilayah yang terdampak.
Salah satu kejadian terjadi di Kabupaten Toba. Angin puting beliung dilaporkan menerjang kawasan permukiman dan menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan.
Selain kerusakan bangunan, kondisi cuaca ekstrem juga berdampak pada wilayah Nias. Hujan dengan intensitas tinggi memicu tanah longsor di sejumlah titik.
Sementara itu, Kota Medan menghadapi persoalan lain akibat hujan deras. Sejumlah kawasan dilaporkan mengalami banjir setelah tingginya curah hujan menyebabkan genangan di beberapa lokasi.
Sejumlah Wilayah Terdampak
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara dalam waktu yang hampir bersamaan.
Puting beliung di Toba menjadi salah satu kejadian yang menimbulkan kerusakan pada rumah warga. Di Nias, ancaman longsor menjadi perhatian karena kondisi geografis dan curah hujan yang tinggi.
Di Medan, genangan akibat hujan deras mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah kawasan.
Penanganan di masing-masing daerah dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lapangan. Pendataan diperlukan untuk mengetahui jumlah warga terdampak, tingkat kerusakan bangunan, serta kebutuhan yang harus segera dipenuhi.
Masyarakat Diminta Waspada
Cuaca ekstrem juga menjadi perhatian karena potensi hujan lebat, angin kencang, banjir, dan longsor masih dapat terjadi ketika kondisi atmosfer mendukung.
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan berlangsung dalam waktu lama.
Warga juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan mengikuti informasi serta arahan dari pemerintah daerah maupun petugas kebencanaan apabila kondisi semakin membahayakan.
Pemerintah dan petugas terkait masih melakukan pemantauan serta penanganan terhadap dampak cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Rangkaian kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan masyarakat dan respons cepat diperlukan untuk mengurangi risiko ketika cuaca ekstrem melanda.