(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)
JAKARTA — Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB) menyoroti munculnya dugaan upaya untuk memecah solidaritas antara massa aksi demonstrasi dan pengemudi ojek online (ojol).
Dugaan tersebut disampaikan AMPB menyusul dinamika yang terjadi dalam rangkaian aksi massa di Jakarta. Mereka menilai hubungan antara kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi dan komunitas pengemudi ojol perlu tetap dijaga agar tidak mudah dipengaruhi oleh provokasi.
Solidaritas Massa dan Ojol Dinilai Penting
AMPB menilai pengemudi ojol merupakan bagian dari masyarakat yang juga memiliki kepentingan terhadap kondisi sosial dan kebijakan pemerintah.
Karena itu, munculnya narasi atau tindakan yang berpotensi mempertentangkan massa aksi dengan pengemudi ojol dinilai perlu dicermati. Menurut mereka, perbedaan kepentingan tidak seharusnya berkembang menjadi konflik antarkelompok masyarakat.
Dugaan Provokasi Jadi Perhatian
AMPB menduga terdapat pihak tertentu yang berusaha menciptakan perpecahan di tengah situasi yang sedang berlangsung.
Namun, dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui penelusuran lebih lanjut. Masyarakat juga diimbau tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang berpotensi memicu ketegangan.
Menurut AMPB, penyampaian aspirasi seharusnya tetap dilakukan secara tertib dan tidak mengarah pada tindakan yang merugikan kelompok masyarakat lainnya.
Masyarakat Diminta Tidak Mudah Terprovokasi
Di tengah dinamika aksi massa, AMPB mengajak masyarakat menjaga komunikasi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memperkeruh keadaan.
Mereka menilai perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Persoalan akan menjadi lebih besar apabila perbedaan tersebut diarahkan menjadi pertentangan antarwarga.
Karena itu, verifikasi informasi dan sikap menahan diri dinilai penting untuk mencegah terjadinya konflik yang tidak diperlukan.
Solidaritas Perlu Dijaga
AMPB berharap masyarakat, termasuk kelompok massa aksi dan pengemudi ojol, tidak terpecah akibat isu yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.
Menurut mereka, ruang demokrasi tetap perlu dijaga dengan mengedepankan penyampaian pendapat secara damai serta menghormati keselamatan dan hak masyarakat lainnya.
Dugaan adanya pihak yang berupaya memecah solidaritas tersebut kini menjadi bagian dari perhatian AMPB. Mereka mendorong agar setiap informasi yang beredar dapat diperiksa terlebih dahulu sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.